Langsung ke konten utama

Hayati Specialty Coffee: Kopi dan Kehidupan



Ada beragam kisah yang hadir dari segelas kopi, minuman berwarna hitam dengan rasa pahit yang setia memanggil penikmatnya untuk menghirup aroma wangi nan tak pernah menjemukan. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kopi menjadi salah satu pelarian yang pas dari carut marutnya hati dan pikiran. Kopi dapat menjadi penenang sekaligus penghangat suasana sore Kota Yogyakarta yang saat ini lebih sering diguyur hujan. Kopi dan hujan selalu menjadi pasangan yang paling menjadi pilihan.



Keberadaan coffee shop benar-benar sangat menjamur di Yogyakarta dua tahun belakangan ini. Salah satu yang baru adalah Hayati Specialty Coffee yang berada di daerah Demangan. Hayati yang berasal dari bahasa Arab yang berarti "Hidup", menurut sang pemilik penamaan Hayati ini karena di dalam kopi selalu terdapat kehidupan. Dari waktu akan ditanam, waktu ditanam, sampai waktu akan diseduh pun mengandung unsur "hidup".
Terletak di kawasan yang cukup strategis menjadikan coffee shop ini selalu ramai dari pukul 08.00 hingga 00.00. Hayati Coffee Shop menambah satu lagi coffee shop di Yogyakarta yang dengan ambience yang cozy dan nyaman. Dengan banyak menu yang ditawarkan memberikan pilihan juga kepada konsumen apabila memang ada yang tidak menyukai kopi tetapi ingin datang ke coffee shop ini hanya sekedar menikmati malam bersama kawan.
Hayati mempunyai beberapa berbagai menu kopi, seperti menu kopi pada umumnya seperti espresso, cappuccino, latte, dan mereka juga menawarkan manual brew dari beberapa merk terkenal dan dengan beberapa pilihan seperti v60, Kalita, atau Aeropress. Selain itu, Hayati punya beberapa signature coffee menu yamg hanya dapat ditemui disini.
Menu signature dari Hayati adalah bittersweet stay merely atau biasa disebut Hyatt, nama menunya sama dengan nama coffee shop-nya. Bittersweet ini adalah campuran espresso dan ice chocolate di bagian bawah nya. Bittersweet ini mempunyai filosofi yaitu seperti hidup yaitu merasakan pahit nya dulu di awal kemudian baru merasakan manis di akhir. Oleh karena itu di bagian atas terdapat hot espresso dan di bagian bawahnya adalah ice chocolate yang berasa manis dan dingin.
Selain tawaran menu yang beragam, Hayati juga menawarkan desain interior yang apik. Kolaborasi antara konsep indoor dan outdoor yang tidak biasa dengan dominasi warna putih dan furniture kayu serta aksen unfinished building pada bagian outdoornya. Benar-benar desain yang cantik dan photoable tentunya. Tidak jarang pengunjung yang datang ke sini selalu membawa kamera dan sudah siap dengan style outfitnya.
Di Hayati Coffee, kopi menjadi hidup dan membawa kehidupan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

News Value dalam Berita

Dalam menulis sebuah berita, tentu saja ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar menghasilkan berita yang berkualitas dan layak untuk dipublikasikan. Beberapa hal tersebut diklasifikasikan menjadi news value . Lalu, apa yang dimaksud dengan news value ? News value atau nilai berita dapat dikatakan sebagai klasifikasi atau kriteria untuk menilai apakah berita tersebut layak untuk diliput. Ada beberapa kriteria yang dapat dikatakan sebagai news value, yaitu: Significance (kepentingan) Timelines (aktual) Proximity (kedekatan) Magnitude (besarnya) Prominence (terkemuka) Conflict (konflik) Human interest Dari penjelasan singkat di atas, dapat kita terapkan untuk berita di bawah ini. Kemudian kita ulas dua dari tujuh news value yang ada di dalam berita tersebut. Dari ulasan tersebut kemudian kita dapat tahu apakah berita tersebut memiliki kualitas yang baik dan layak untuk diterbitkan. Berikut adalah contoh berita dan ulasan news value -nya. Cegah TK...

Pesan Kerukunan dari Dusun Tiga Agama

WONOSOBO – Dusun Bangsari secara administratif masuk ke dalam Desa Wilayu, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo. Terletak tidak jauh dari pusat kota, membuat daya tarik yang cukup tinggi ketika wilayah ini menjadi satu-satunya dusun dengan agama terbanyak di Wonosobo. “Di Wonosobo ya cuma di Bangsari ini yang satu kampung ada tiga agama. Nggak ada yang lain. Apalagi disini tidak pernah ada konflik. Namanya di kampung ya, srawung sama siapa saja. Rumah sebelahan saja tidak pernah jadi masalah,” jelas Subarno, Kepala Dusun Bangsari pada Kamis (6/7) malam. Warga Dusun Bangsari terbagi menjadi tiga Rukun Tetangga yang jumlahnya mencapai 150 Kepala Keluarga, dengan rincian sembilan kepala keluarga beragama Buddha, lima kepala keluarga beragama Kristen, dan sisanya beragama Islam. Namun hanya ada dua rumah ibadah yang dibangun, yaitu vihara dan masjid. Dan yang menjadi keunikan   tersendiri adalah lokasi pendirian vihara dan masjid hanya berjarah sekitar 20 met...